Program Studi Sistem Informasi Universitas Dhyana Pura Kembali Mengambil Bagian Dalam CIIP-ID SUMMIT 2019

Program Studi Sistem Informasi Universitas Dhyana Pura Kembali Mengambil Bagian Dalam CIIP-ID SUMMIT 2019

Program studi Sistem Informasi kembali mengambil bagian dalam acara Indonesia Critical Information Infrastructure Protection Summit 2019. Acara yang digelar di Discovery Hotel Kuta dari tanggal 28-29 Agustus 2019 ini mengambil tema “Protecting Critical Infrastructure In The Digital Era : Building Indonesia’s Cyber Resilience”. Pemilihan topik tahun ini diambil karena setiap negara modern di dunia saat ini secara terus-menerus meningkatkan ketergantungan akan Critical Infrastructures (CI) dan Critical Information Infrastructure (CII), tetapi masih banyak negara yang belum memahami pentingnya melindungi aset-aset CI dan CII.

Layanan yang didukung CI seperti yang terkait dengan pasokan energi, telekomunikasi, sistem keuangan, air minum, dan pemerintah secara inheren terhubung ke fungsi sosial, seperti kesehatan, keselamatan, keamanan, ekonomi, dan kesejahteraan sosial masyarakat. Di sisi lain, infrastruktur informasi kritis (CII) menjadi tuan rumah dan mendukung informasi penting dan jaringan telekomunikasi yang mencakup layanan telepon seluler dan akses internet. Karenanya, setiap gangguan atau kehancuran (dalam skenario kasus terburuk) tidak diragukan lagi dapat menghasilkan konsekuensi yang mengerikan bagi publik.

Infrastruktur kritis saat ini (CI) tidak akan berjalan dengan baik karena dua faktor: gangguan fisik atau bahkan penghancuran elemen-elemen penting CI dan layanan teknologi informasi dan komunikasi (berbasis ITC). Untuk CII, ada beberapa faktor yang dapat mengganggu CII, yaitu kesalahan manusia, kegagalan teknis, dan bencana, yang semuanya mungkin juga terjadi pada CI. CII tidak dapat dipisahkan dari CI karena menghubungkan antara dan di dalam CI itu sendiri dan menjadi saling terhubung secara global.

Akibatnya, sektor ini menjadi target favorit malware, peretas, peretas aktivis dan operasi gelap yang merugikan negara. Selain itu, CII digunakan sebagai sarana untuk menyerang negara-negara CII lainnya. CII sebuah negara yang terganggu dapat menyebabkan kerusakan besar, mulai dari kehidupan sehari-hari warga negara hingga keamanan dan stabilitas nasional negara tersebut. Kegiatan ekonomi dan publik dapat terhambat juga. Jika gangguan tidak ditangani dengan baik,dapat memengaruhi negara lain karena CII telah saling berhubungan secara global.

CIIP ID Summit 2019 tahun ini (KTT perlindungan infrastruktur informasi kritis Indonesia ke-4) adalah acara resmi badan siber dan kripto nasional (BSSN) dan xynexis akan menjadi penyelenggara acara ini.

CIIP ID Summit 2019 bertujuan untuk mempertemukan para pemain kunci yang terlibat dalam memajukan keamanan siber dan mempertahankan aset-aset yang paling penting terhadap ancaman serangan yang semakin meningkat. Konferensi ini akan menghubungkan berbagai pemimpin pemikiran tingkat senior di sektor swasta dan pemerintah, yang memungkinkan untuk membahas tantangan, berbagi pengalaman, dan menyelidiki pedoman praktik terbaik. Diskusi-diskusi di antara para pakar industri inilah yang nantinya akan menentukan kebijakan keamanan siber untuk tahun-tahun mendatang.

Share this post